Become Overload Information : How to Solve it ?

Perubahan persepsi yang paling saya rasakan adalah tentang konsep information overload. Konsep ini sangat umum digunakan oleh berbagai pihak untuk menggambarkan betapa banyaknya informasi yang kita terima. Situs berita, situs jejaring sosial, situs blog, dan berbagai situs-situs lain telah berhasil memberikan sebegitu banyaknya informasi untuk kita konsumsi dalam kondisi campur aduk tak tentu. Information overload ditegaskan sebagai masalah yang kita hadapi bersama di tengah derasnya arus informasi dari Internet.

Dengan konsep yang sederhana tersebut, terlihat jelas bahwa masalahnya bukan pada information overload. Masalah yang kita hadapi saat ini adalah information overconsumption. Kita yang memilih secara sadar untuk mengakses informasi yang sangat banyak itu. Kita yang memilih untuk membaca berita di situs-situs berita. Kita yang memilih untuk terus mengikuti perkembangan di berbagai jejaring sosial dan blog langganan kita. Dan semua pilihan itu pada dasarnya kita lakukan secara sadar.

Memang benar bahwa ada faktor eksternal yang mempengaruhi pola konsumsi informasi kita. Saat berbagai situs berita berlomba untuk memberikan sebanyak mungkin informasi kepada kita, saat banyak orang berlomba membuat blog yang di-update sesering mungkin, saat berbagai situs bermunculan untuk memberikan informasi yang menarik, saat itulah pola konsumsi informasi kita mulai terganggu. Walau bagaimana pun, informasi itu dibuat semenarik dan sesering mungkin untuk memancing kita mengakses situs berita, jejaring sosial, blog, atau situs lainnya sesering mungkin.

Akan tetapi, bila kita kembali kepada konsep information overconsumption, faktor eksternal itu seharusnya tetap dapat kita kendalikan. Sebanyak apa pun informasi yang muncul di layar monitor kita, kita punya kuasa penuh untuk memilih bagian mana yang kita baca (akses) dan bagian mana yang tidak. Kita pun punya kuasa penuh untuk menentukan sumber informasi mana yang kita akses dan yang tidak kita akses. Kita bahkan punya kuasa penuh untuk menentukan apakah kita akan mengakses Internet atau tidak. Kata kuncinya ada pada kata “kuasa”.

Berikut adalah beberapa cara atau tips untuk mengurangi dampak overload information :

AdBlock

AdBlock Plus tersedia untuk Google Chrome dan Mozilla Firefox web browser, serta Safari. Ini adalah plugin tambahan untuk browser yang sederhana yang menghalangi iklan di situs utama, setidaknya Anda bisa memilih untuk melihat iklan atau tidak, dengan adanya plugin ini anda bebas daripada iklan-iklan yang berisi informasi yang sebenarnya tidak perlu.

SaneBox

Sanebox menyaring email Anda dan untuk memastikan bahwa hanya email anda yang penting saja yang bisa terlihat sekarang  di kotak masuk Anda. Sedangkan email yang tidak terlalu penting di tempatkan ke dalam sebuah folder bernama “SaneLater”.  Ini kompatibel dengan GMail, Yahoo, AOL, Outlook dan penyedia layanan email IMAP.

Facebook Setting

Masuk ke Pengaturan Pemberitahuan pada Facebook dan hapus centang pada kotak di samping “Kirimkan saya update penting dan email ringkasan bukan email pemberitahuan individu.” Kemudian, masuk ke bagian dari pemberitahuan di Facebook, dan hapus centang setiap kotak.

Twitter Setting

Sama dengan Twitter. Hapus tanda centang setiap kotak di halaman ini.

Desktop Notification Setting

Matikan semua pemberitahuan desktop pada komputer Anda. Jika Anda seorang pengguna Outlook, putar peringatan desktop off.

Browser Setting

Apapun browser yang Anda gunakan, aturlah halaman utama browser anda dengan URL kosong, bukan iming-iming ke aplikasi yang situs yang dikunjungi. Saya juga menambahkan about: blank ke bar bookmark saya di browser saya agar saya cepat dapat “mematikan” web dari layar saya sambil menjaga browser terbuka.

Gmail Setting

Jika Anda pengguna gmail, aturlah agar email-email anda yang belum sempat dibaca agar disembunyikan, Aktifkan Hitungan Sembunyikan Unread pengaturan di Pengaturan Gmail. Ada dalam bagian Labs sekitar setengah halaman.

Demikianlah beberapa cara yang mungkin dapat membantu mengurangi informasi yang berlebih di internet.

Kesimpulannya adalah banyak atau tidaknya informasi yang kita konsumsi itu bergantung pada kesadaran kita masing-masing. Apakah kita mau membatasi informasi yang kita akses atau tidak? Pilihan ini yang harus kita buat sebelum melanjutkan ke langkah-langkah kongkrit dalam diet informasi. Semua kembali kepada pilihan kita masing-masing.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s